![]() |
| Gambar 1. Sebuah keluarga yang sedang makan bersama. |
Salah satu ciri makhluk hidup yaitu membutuhkan makanan. Makanan yang telah dicerna oleh tubuh akan dihasilkan nutrisi atau zat makanan yang diperlukan bagi tubuh untuk digunakan sebagai energi untuk beraktivitas baik itu pertumbuhan dan perkembangan mahkluk hidup. Adapun bagian tubuh yang berperan dalam mencerna makanan yaitu sistem organ pencernaan. Lalu, apa sajakah bagian-bagiannya ? dan, Bagaimanakan peranannya dalam mencerna makanan ? Silahkan simak lebih lanjut dan lebih dalam ya !
A. Pengertian & Macamnya
Sistem pencernaan adalah sekumpulan jaringan atau organ yang berperan dalam mencerna makanan yang kompleks menjadi nutrisi atau zat makanan dalam bentuk sederhana yang mudah diserap oleh tubuh. Pencernaan makanan pada manusia bersifat ekstraseluler (berlangsung di luar sel). Proses pencernaan meliputi 4 tahapan yaitu ingesti (masuknya makanan ke dalam mulut), digesti (makanan dicerna), absorpsi (makanan diserap), dan eliminasi (mengeluarkan) sisa-sisa pencernaan. Adapun macam-macam pencernaan, yaitu :
1. Mekanik artinya pencernaan yang melibatkan saluran pencernaan (Tractus Digestivus).
2. Kimiawi artinya pencernaan dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan (Glandula Digestoria).
B. Alat Pencernaan Manusia
Adapun alat pencernaan manusia terdiri dari 2, yaitu :
1. Saluran Pencernaan (Tractus Digestivus)
a. Rongga mulut (Cavum oris)
Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam
mulut terjadi pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi dengan
bantuan organ aksesoris seperti gigi, lidah, dan kelenjar ludah (saliva).
Berikut penjelasan masing-masing organ aksesoris pada rongga mulut ,
yaitu :
1) Gigi (Dens)
Gigi berperan dalam mengunyah makanan sehingga makanan menjadi
halus. Terdapat 4 macam gigi yaitu seri (insisivus/insisor), taring (caninus),
geraham depan (premolar), dan geraham belakang (molar). Setiap jenis gigi
memiliki peranannya masing-masing yaitu gigi seri berperan dalam
memotong makanan, gigi taring merobek makanan, dan gigi geraham baik
depan maupun belakang berperan dalam mengunyah makanan.
Manusia selama hidupnya memiliki 2 susunan gigi. Susunan gigi yang awal
pertama kali muncul ketika bayi berumur sekitar 6-8 bulan hingga menjadi
lengkap jumlahnya setelah umur 2 tahun. Susunan gigi ini disebut gigi susu
yang terdiri dari 20 gigi. Kemudian, gigi susu pada akhirnya akan tanggal
dan digantikan oleh gigi tetap pada anak usia sekita 6-7 tahun. Susunan gigi
tetap ini terdiri dari 32 gigi.
Secara strukturnya, gigi memiliki 3 bagian utama yaitu mahkota gigi
(corona), dan akar gigi (radiks). Mahkota gigi terletak di atas gusi akar gigi
terletak di dalam gusi. Mahkota gigi dilapisi oleh email yang mana dibawah
email terdapat dentin yang sekeras tulang. Di bawah dentin juga terdapat
rongga gigi yang berisi pembuluh darah dan saraf. Hal ini dapat dilihat pada
gambar 2.
![]() |
| Gambar 2. Bagian-bagian Gigi Sumber : https://biologigonz.blogspot.com/ |
2)Lidah (Lingual)
Lidah berperan dalam mengaduk makanan di dalam rongga mulut dan
membantu mendorong makanan masuk ke dalam kerongkongan. Selain itu
lidah berfungsi sebagai alat pengecap yang dapat merasakan rasa manis,
asam, pahit, dan asin. Hal ini dikarenakan pada lidah terdapat ribuan
kuncup pengecap yang terletak pada ujung Papillae (tunggal: papilla). Hal ini
dapat dilihat pada gambar 3.
3)Kelenjar ludah (Saliva)
Kelenjar ludah berperan dalam menghasilkan ludah atau air liur (saliva).
Kelenjar ludah di dalam rongga mulut ada 3 pasang, yaitu :
a) Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga.
b) Kelenjar submandibularis, terletak di bawah rahang bawah.
c) Kelenjar sublingualis, terletak dibawah lidah.
Ludah berperan dalam membasahi dan melumasi makanan sehingga
makanan mudah ditelah. Di dalam ludah enzim ptialin (amilase) yang
berperan dalam mencerna makanan yang mengandung karbohidrat
(amilum) menjadi maltosa. Hal ini dapat dilihat pada gambar 4.
![]() |
| Gambar 4. Kelenjar Ludah Sumber : https://biologigonz.blogspot.com/ |
Kerongkongan merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan
rongga mulut dengan lambung. Pada kerongkongan makanan dicerna
menjadi bolus dan diteruskan ke lambung dengan jalan didorong melalui
gerakan peristaltik. Gerakan peristaltik dapat dilihat pada gambar 5.
![]() |
| Gambar 5. Mekanisme Gerak Peristaltik Sumber : https://biologigonz.blogspot.com/ |
c. Lambung (Ventrikulus)
Lambung merupakan suatu kantong besar sebagai penyimpanan makanan
dan tempat terjadinya pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi.
Secara struktur, Lambung terdiri atas 3 bagian utama yaitu cardiak, fundus,
dan pilorus. Dinding lambung tersusun otot yang kuat sehingga otot
lambung mengaduk dan mencampur bolus dengan getah lambung yang
dihasilkan oleh sel-sel kelenjar di dinding lambung serta diperoleh bubur
kim (chyme). Getah lambung berperan dalam pencernaan secara kimiawi
dan terdiri dari asam klorida/lambung (HCl),pepsin, dan renin. Berikut
gambar struktur lambung.
![]() |
| Gambar 6. Struktur lambung Sumber : https://biologigonz.blogspot.com/ |
d. Usus Halus (Intestinum)
Usus halus merupakan saluran yang berperan mencerna makanan yang
berasal dari lambung (chyme) menjadi nutrisi makanan yang akan diserap
ke dalam tubuh. Secara struktur, usus halus terdiri dari 3 bagian yaitu usus
dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan
(ileum).
Di dalam usus halus juga terjadi pencernaan kimiawi yang melibatkan
berbagai enzim. Struktur usus halus dapat dilihat pada gambar berikut ini.
![]() |
| Gambar 7. Penampang melintang usus halus manusia Sumber : https://biologigonz.blogspot.com/ |
Pada dinding usus halus terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut Vili (liat
gambar di atas). Vili berperan dalam memperluas area bidang penyerapan
usus halus sehingga sari makanan dapat terserap lebih banyak dan cepat.
Dinding vili banyak mengandung pembuluh kapiler dan pembuluh limfatik
(pembuluh getah bening). Adapun sari makanan yang larut dalam air seperti
glukosa, asam amino, vitamin (B dan C), mineral lain itu diserap oleh
pembuluh darah kapiler. Sedangkan, sari makanan yang larut dalam lemak
seperti asam lemak, vitamin (A,D,E,K), empedu akan diserap melalui
pembuluh kil (lacteal) dan diangkut oleh pembuluh limfatik.
e. Usus Besar (Kolon)
Sisa-sisa pencernaan makanan yang tidak diserap oleh usus halus akan
diteruskan ke usus besar. Usus besar merupakan saluran yang terdiri atas 3
bagian yaitu bagian yang naik (asenden), mendatar (transenden), dan
menurun (desenden). Pada pertemuan antara usus halus dan usus besar
terdapat usus buntu (secum) dan umbai cacing (apendiks). Usus besar
memiliki peranan penting diantaranya membantu proses pembusukan sisa
makanan dengan bantuan bakteri Escherichia Coli, melakukan penyerapan air kembali (reabsorbsi), menghasilkan vitamin K dan asam amino oleh
bakteri yang terdapat di usus besar. untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada
gambar berikut.
![]() |
| Gambar 8. Penampang usus besar manusia Sumber : https://biologigonz.blogspot.com/ |
f. Rektum & Anus
Rektum merupakan bagian akhir dari usus besar. Di dalam rektum sudah
tidak terjadi penyerapan apapun. Rektum merupakan tempat penampungan
sementara sisa pencernaan sebelum dikeluarkan melalui lubang
pengeluaran yang disebut anus. untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada
gambar berikut.
![]() |
| Gambar 9. Rektum & Anus manusia Sumber : https://biologigonz.blogspot.com/ |
2. Kelenjar Pencernaan (Glandula Digestoria)
Kelenjar pencernaan berperan menghasilkan berbagai enzim pencernaan
yang digunakan dalam membantu proses pencernaan makanan secara
kimiawi. Kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah (saliva), lambung,
pankreas, hati, usus halus yang menghasilkan menghasilkan enzim/getah
pencernaan sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Hal ini dapat dilihat
pada tabel berikut.
![]() |
Referensi.
Pujiyanto, Sri. 2012. Menjelajah Dunia Biologi 2. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. hlm: 146-153.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar